Kiprah

Cholid Mahmud
Dari Umat Untuk Semua, Dari Jogja Untuk Indonesia

H. CHOLID MAHMUD: SIKAPI MEA GELORAKAN KEMBALI GERAKAN CINTA TANAH AIR

“Globalisasi telah berhasil memaksa Pemerintah dan bangsa Indonesia untuk mengamini opini bahwa liberalisasi akan mengantarkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Sikap ini dibuktikan dengan kesediaan Pemerintah mendatangani kesepakatan-kesepakatan Internasional bahwa bangsa Indonesia siap terlibat dan terikat dengan kehendak gelombang globalisasi tersebut, baik di tingkat bilateral, regional, maupun internasional. Padahal kesepakatan ini membawa konsekuensi luar biasa pada kehidupan bangsa dan Negara Indonesia, khususnya dalam tananan perekonomian, social, dan hubungan Internasional.” Demikian disampaikan anggota MPR RI dari DIY, Ir. H. Cholid Mahmud, M.T. dalam acara Sosialisasi Tata Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Ruang Multi Porpose Masjid SMPIT Abu Bakar, Jalan Veteran Gang Bekisar 716-Q, Pandeyan, Kota Yogyakarta, Ahad, 28 Februari 2016 pukul 14.00 hingga 17.30 WIB.

“Selain hal itu,” lanjut Cholid, “Dampak psikologis bagi bangsa Indonesia adalah munculnya kecendungan looking outward (memandang ke luar) daripada looking inward (memandang ke dalam). Dengan kata lain, negara lain dianggap lebih baik daripada negara sendiri. Dampak psikologis ini, mengakibatkan luruhnya rasa cinta tanah air dan cinta produk bangsa sendiri di kalangan anak Negeri. Hal ini harus kita waspadai agar tidak menyebabkan runtuhnya kemandirian dan ambruknya gapura kedaulatan bangsa dan Negara kita.” Bagaimana solusinya? “Mensikapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) dan globalisasi, Gerakan Cinta Tanah Air harus digelorakan kembali, salah satunya dengan mengintensifkan kegiatan sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ke berbagai kalangan, seperti yang kita lakukan ini”, jelas Cholid.

Kegiatan Sosialisasi Tata Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang penyelenggaraannya bekerjasama dengan Lembaga Sosial Peningkatan Partisipasi Kampung (LSPPK) Yogyakarta ini dihadiri oleh 150 tokoh masyarakat dan pemuda kampung Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Tampak para peserta sangat antusias mengikuti pemaparan narasumber, H. Cholid Mahmud yang juga anggota Komite I DPD RI itu. Di akhir acara, Cholid sempat mengajak peserta untuk mencintai bangsa dan Negara Indonesia, karena Negara ini digagas dan dibidani oleh para ulama tokoh ummat Islam pada waktu itu, di antaranya: K.H. Wachid Hasyim, K.H. Agus Salim, Ki Bagus Hadikusumo, dan lain-lain. Pancasila sendiri menurut para ulama pendiri bangsa sudah diseiringkan dengan al-maqasid al-khamsah (lima tujuan pengamalan syariat) rumusan ulama, Imam Abu Ishaq As-Syathibi. (SH/MIS)

 

Baca Juga


  •      2016-03-29 14:51:21

  •      2016-11-17 04:13:19

  •      2016-03-29 15:13:56

  •      2016-03-29 14:12:38

  •      2016-03-29 14:34:18