Referensi

Cholid Mahmud
Dari Umat Untuk Semua, Dari Jogja Untuk Indonesia

Anggota Linmas Tuntut Gaji Bulanan

TAK bisa dipungkiri, peran anggota perlindungan masyarakat (dahulu pertahanan sipil atau hansip) sangat bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Selama ini, anggota Linmas lebih mengedepankan semangat kerja sebagai relawan atau pekerja sosial. Sebagian besar dari mereka yang aktif menjadi anggota linmas adalah buruh lepas atau pekerja serabutan. Di sinilah problematikanya. Sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab menafkahi istri dan anak, mereka kadang tersita waktunya untuk mengerjalan tugas-tugas kemanusiaan sebagai anggota Linmas. Sehingga, alokasi waktu untuk pemenuhan kebutuhan keluarganya, mereka masih kesulitan.

Kenyataan tersebut terungkap dalam forum jaring aspirasi bersama Anggota DPD RI Ir H Cholid Mahmud, MT di sejumlah daerah. Tidak hanya masalah keuangan, anggota Linmas juga memiliki keterbatasan dalam hal pakaian seragam karena hanya memiliki satu setel serta alat komunikasi. Mereka menginginkan pemerintah memberikan fasilitas memadai untuk kelengkapan tugas mereka sebagai anggota Linmas, antara lain sepatu, lampu senter, alat komunikasi HT (handy talkie) atau radio panggil, fasilitas kantor atau sekretariat.

Selama ini, menurut keanggotaan mereka sebagai Linmas, mereka diberi ikatan insentif sejumlah Rp 100 ribu tiap bulan. Jumlah tersebut diakui masih sangat kurang layak untuk menunjang ekonomi rumah tangga mereka.  Jumlah anggota Linmas di tiap desa rata-rata mencapai puluhan orang. Di Desa Sorowajan Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul bahkan mencapai 15 orang.

Salah seorang anggota Linmas, Juliman warga Wonocatur, Banguntapan, Bantul menyampaikan usulannya agar pemerintah memberikan fasilitas uniform bagi anggota Linmas, seperti sepatu. Dan, juga alokasi dana untuk gaji bulanan.

Usulan serupa disampaikan Nantiyo warga Maguwo, Banguntapan, Bantul. Ia mengharapkan perhatian dari pemerintah untuk kesejahteraan keluarga anggota Linmas berupa kartu Jamkesmas dan pemberian gaji.

  Selain itu, anggota Linmas yang lain, Joko Atmono juga mengharapkan pemerintah meningkatkan kesejahteraan anggota Linmas. Juga, memberikan fasilitas jaminan kesehatan berupa kartu jamkesmas agar diberi kemudahan jika mereka suatu saat membutuhkan perawatan dan pengobatan di rumah sakit.

“Kesejahteraan Linmas mohon ditingkatkan. Ada payung hukum yang jelas terhadap kinerja linmas,” ujar Joko.

Pada kesempatan reses Desember 2012 Cholid Mahmud menggelar forum jaring aspirasi masyarakat di Jomblangan-Banguntapan, Terong-Dlingo dan Karangtengah-Imogiri di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Ponpes Al Khairaat Warungboto, Yogyakarta, serta Maguwoharjo dan Seturan-Depok, Margomulyo-Seyegan di Kabupaten Sleman.

Menanggapi usulan dan masukan mereka, Cholid Mahmud menyatakan akan memasukkannya dalam laporan kegiatan selama reses. Selanjutnya, permasalahan atau usulan dari masyarakat akan diklasifikasi, manakah permasalahan atau masukan yang dialamatkan kepada Pemerintah DIY, Kota/Kabupaten ataupun Pemerintah Pusat. Selanjutnya, diharapkan menjadi perhatian dan dapat direalisasikan apa yang menjadi usulan dan harapan masyarakat DIY. (RTO)

 

Baca Juga


  •      2016-03-29 14:34:18

  •      2017-02-19 11:53:11

  •      2016-03-29 15:15:54

  •      2016-03-30 09:55:42

  •      2016-03-29 15:13:56